Sloka 94
९४. 94.
अभीध्यालुः परस्वेषु नेह नामुत्र नन्दति ।
तस्मादभिध्या सन्त्याज्या सर्व्वदाभीप्सता सुखम् ॥९४॥
abhīdhyāluḥ parasveṣu neha nāmutra nandati,
tasmādabhidhyā santyājyā sarvvadābhīpsatā sukham.
Keserakahan akan milik orang lain tidak membawa kegembiraan baik di sini maupun di sana setelahnya. Orang hendaknya mencari kegembiraan dengan melepaskan keserakahan.
Hana ta mangke kramanya, engin ring drĕbyaning len, madĕngki ing sukhanya, ikang wwang mangkana, yatika pisaningun, tĕmwang sukha mangke, ring paraloka tuwi, matangnyan aryakĕna ika, sang mahyun langgĕng anĕmwang sukha.
Sekarang, ada seseorang yang perilakunya menginginkan benda milik orang lain. Ia dengki/irihati akan kebahagiaan orang. Orang yang seperti itu pastilah tidak akan menemukan kebahagiaan di dunia ini pada masa sekarang. Oleh karena itu, hendaknya tinggalkan perilaku itu bagi orang yang mendambakan kebahagiaan abadi.